Mengatur Cluster yang mengikuti “BeoWulf Style”

Beowulf Style menggunakan Komponen-komponen Komoditas (PC nya telah dijual khusus oleh suatu Pemasok Komputasi Cluster. Oscar (Open Source Cluster Application Resources) adalah SOFTWARE yang berguna untuk MENYEDERHANAKAN pengaturan system Software pada Cluster.

Ada  dua bagian yang Perlu DiKONFIGURASI,

  1. Konfigurasi Hardware

Ada dua macam node berdasarkan Hubungannya dengan node lainnya,

  1. Node Utama (FrontEnd)

Ciri-ciri Node Utama,

  • Bertindak sebagai file Server
  • Memori dan kapasitas Penyimpanan (Harddisk) yang Cukup Besar (Signifikan).
  • Memerlukan Ethernet Kedua (Ethernet Pertama berhubungan dengan Node Komputasi) agar dapat TERHUBUNG dengan Internet ( Node ini akan memiliki IP Publik).
  • Koneksi antara Node Utama dan Node Komputasi dapat menggunakan Fast atau Gigabit Ethernet (atau Myrianet yang merupakan Interkoneksi Khusus yang lebih Cepat).
  1. Node Komputasi

Ciri-ciri Node Komputasi,

  • Dapat memiliki Disk Drive, meskipun Node Komputasi Tanpa Disk DIMUNGKINKAN.
  • Hanya diberikan Alamat IP PRIBADI sehingga node ini TIDAK dapat terhubung ke luar Cluster / INTERNET (secara langsung).

Ada dua macam Model yang dapat DIKEMBANGKAN,

  1. Cluster Terdedikasi yang (hanya) menggunakan Node Utama.

Model Cluster memiliki ciri-ciri seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Untistled

  1. Cluster Terdedikasi yang menggunakan Node Utama, Node Administrasi, dan Koneksi Serial.Untitlsed

Apa Fungsi dari Node Administrasi dan Koneksi Serial ?

  • Node Administrasi

Node ini digunakan oleh Administrator Sistem (Seorang Administrator) untuk Memonitor Cluster dan Melakukan Pengujian.

  • Koneksi Serial

Pada dasarnya, Node Komputasi hanya bertugas untuk melakukan Komputasi sehingga mereka Tidak Membutuhkan Keyboard atau Monitor. Tetapi, untuk memudahkan dalam mengakses masing-masing node komputasi dapat melalui Input Konsole Normal. Oleh karena itu, Koneksi Serial dari masing-masing Node (Komputasi) tersebut Dihubungkan ke MASTER (Node Utama) melalui Switch Konsentrator Serial / melalui Node Administratif.

Pada Model ini, sebuah Monitor dan Keyboard dapat digunakan  saling bergantian antara Node Utama dan Node Adminsitrasi.

  1. Konfigurasi Software

System operasi di dalam sebuah cluster biasanya menggunakan OS Linux ataupun OS Windows. Node Utama berisi semua file aplikasi untuk cluster dan dikonfigurasikan sebagai file server menggunakan file system jaringan, yang memungkinkan node komputasi dapat mengakses secara langsung file-file yang berada pada Node Utama (Master). Sistem File yang digunakan pada Cluster, ialah tipe NFS. Node Komputasi dibatasi aksesnya ke jaringan luar, sehingga node ini akan terhubung ke Node Utama melalui jaringan Ethernet dan masing-masing Node memiliki sebuah alamat IP terpisah. Software yang terpasang pada Node Master (Utama) merupakan Software Message-Passing (MPI dan PVM), alat manajemen cluster, dan Aplikasi Paralel. Istilah MiddleWare mewakili sebuah Software Message-Passing yang “berada” antara Sistem operasi dan penggunanya.

images

Setelah semua Software telah disiapkan, pengguna dapat login ke master node dan mendaftarkan  Node-Node menggunakan Software MP (Message Passing). Untuk mengeset Cluster di tempat pertama, diperlukan pengetahuan tentang Sistem Operasi yang Detail dan pengetahuan berjaringan. Oscar (Open Source Cluster Application Resources) – (berbasis menu dan gratis) ialah Software yang menyusun paket-paket Software. Tetapi, sebelum kita menginstall Oscar, kita perlu menyiapkan dan menginstall Sistem Operasi RedHat.Linux pada Node Utama. Cluster didefinisikan dalam sebuah Database. Jaringan cluster pribadi didefinisikan menggunakan Alamat IP yang dipilih oleh pengguna. Alamat-alamat MAC antarmuka Ethernet dikumpulkan pada node utama. Setiap Node komputasi membuat permintaan BOOT Protocol (BOOTP / DHCP) ke Node Utama. Alamat-alamat IP dan file “boot” (yang menentukan kernel mana yang di-boot) dikirim kembali node-node komputasi. Kernel tersebut lalu di-download dan di-boot oleh tiap node. Node-node komputasi akan menginstal Sistem Operasi melalui jaringanmenggunakan utilitas instalasi LINUX, LUI. Akhirnya cluster dkonfigurasi dan middleware diinstall dan dikonfigurasi. Pengujian program dijalankan. Cluster kemudian siap digunakan. Berbagai tool manaemen Workload disediakan untuk antrian batch, penjadwalan, dan pengawasan tugas. Tool ini sangat dibutuhkan oleh cluster untuk memonitor performanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s